Cara Mendapatkan Background Blur Tanpa Lensa Mahal
Background blur atau bokeh sering dianggap hanya bisa didapat dari lensa mahal dengan aperture besar seperti f/1.4 atau f/1.8. Akibatnya, banyak fotografer pemula merasa hasil fotonya kurang “profesional” karena latar belakang terlihat terlalu tajam.
Padahal kenyataannya, background blur tidak hanya ditentukan oleh harga lensa. Dengan teknik yang tepat, Sahabat Indonesia Kamera bisa mendapatkan blur yang menarik bahkan menggunakan lensa kit sekalipun.
Apa Itu Background Blur (Bokeh)?
Background blur adalah efek visual di mana latar belakang tampak tidak fokus sehingga subjek utama terlihat lebih menonjol. Efek ini membantu:
Memisahkan subjek dari background
Menarik perhatian ke objek utama
Memberi kesan profesional dan estetik
Bokeh dipengaruhi oleh beberapa faktor teknis, bukan hanya aperture.
Faktor yang Mempengaruhi Background Blur
Untuk memahami cara mendapat blur tanpa lensa mahal, penting memahami faktor-faktornya:
Aperture
Jarak subjek dengan background
Jarak kamera dengan subjek
Focal length (panjang fokus)
Ukuran sensor kamera
Dengan mengoptimalkan faktor-faktor ini, lensa standar pun bisa menghasilkan blur yang bagus.
1. Gunakan Aperture Terbesar yang Tersedia
Meskipun lensa kit biasanya hanya memiliki aperture f/3.5–f/5.6, tetap gunakan bukaan terbesar yang bisa dipilih.
Contoh:
18–55mm di 18mm → f/3.5
18–55mm di 55mm → f/5.6
Walau tidak ekstrem, ini tetap membantu menciptakan blur.
2. Jauhkan Subjek dari Background
Ini adalah teknik paling efektif dan sering dilupakan.
Subjek dekat dengan kamera
Background jauh dari subjek
Semakin jauh jarak background dari subjek, semakin blur latar belakang meski aperture kecil.
3. Dekatkan Kamera ke Subjek
Semakin dekat kamera ke subjek:
Depth of field semakin tipis
Background semakin blur
Namun tetap jaga fokus agar wajah atau objek utama tetap tajam.
4. Gunakan Focal Length Lebih Panjang
Jika memakai lensa kit, gunakan zoom ke focal length terpanjang.
Contoh:
55mm lebih blur dibanding 18mm
Focal length panjang membuat background tampak lebih dekat dan lebih blur.
5. Manfaatkan Ukuran Sensor Kamera
Kamera dengan sensor APS-C atau Full Frame secara alami menghasilkan blur lebih baik dibanding sensor kecil.
Namun, meski menggunakan kamera entry-level APS-C, teknik tetap lebih penting dibanding spesifikasi.
6. Pilih Background yang Tepat
Tidak semua background mudah dibuat blur.
Hindari:
Background polos terlalu dekat
Dinding rata tanpa tekstur
Pilih:
Pepohonan
Lampu-lampu kecil
Tekstur ramai
Background seperti ini lebih terlihat blur dan estetik.
7. Gunakan Cahaya yang Baik
Cahaya yang cukup membantu:
ISO lebih rendah
Detail subjek lebih tajam
Blur terlihat lebih bersih
Cahaya lembut dari samping atau depan sangat disarankan.
8. Manfaatkan Mode Aperture Priority (A/Av)
Mode ini memudahkan:
Mengunci aperture terbesar
Kamera menyesuaikan shutter speed
Sangat cocok untuk pemula yang ingin fokus pada blur background.
Kesalahan Umum Pemula
❌ Subjek terlalu dekat dengan background
❌ Menggunakan focal length terlalu lebar
❌ Fokus meleset
❌ Mengandalkan edit berlebihan
Blur alami dari kamera selalu lebih baik daripada blur digital.
Kesimpulan
Background blur tidak selalu membutuhkan lensa mahal. Dengan memahami jarak, sudut, focal length, dan pemilihan background, Sahabat Indonesia Kamera bisa menghasilkan foto dengan blur yang menarik meski hanya menggunakan lensa standar.
Teknik lebih penting daripada alat.
Ikuti Sahabat Indonesia Kamera
Tetap belajar dan berkembang bersama kami melalui berbagai platform Indonesia Kamera:
- Website Indonesia Kamera untuk artikel edukasi
- YouTube Indonesia Kamera untuk tutorial dan review
- WhatsApp Channel Indonesia Kamera untuk update harian dan tips cepat
Sampai jumpa di artikel berikutnya!
#BackgroundBlur #BokehFoto #BelajarFotografi #IndonesiaKamera #FotografiPemula #LensaKit